Rabu, 31 Maret 2010

Senangnya Ratu Atut Chosiyah Disebut Gundik (2)

Rabu, 10 Maret 2010

Aku sangat senang dan suka melihat tingkah polah Ratu Atut Chosiyah yang semakin genit dan nakal itu. Secara terang terangan suka bicara jorok padaku, dan yang suka adalah menyebut penisku dengan nama kontol. Tak segan segan dia bilang “kontol” padaku ketika ada hal hal yang tidak disukainya. Malah ditambah menyebut vaginanya dengan tempek, aku pun suka diomeli jika menyebutnya dengan vagina atau memek.

Kutindih tubuh seksi Ratu Atut Chosiyah di kursi panjang Pendopo Gubernur Banten di Serang itu, kursinya lumayan empuk untuk menggumulinya, erangan dan lenguhan Ratu Atut Chosiyah ketika aku kerjai pada bagian sensitif seperti meremas buah dadanya yang sangat besar, mengelus pahanya dan kulumat bibir vaginanyanya.

Ratu Atut Chosiyah memang maniak seks, libidonya sangat tinggi sehingga membutuhkan kepuasan batin yang dalam. Tidak cukup hanya suaminya yang memenuhi kebutuhan batinnya itu, perlu dibutuhkan lelaki ekstrak untuk memenuhi libidonya. “Sayangku..... “ sapa Ratu Atut Chosiyah yang kutindih di kursi panjang itu, nafasnya sudah mulai teratur kembali. “Ya, Gubernur Banten simpanan Presiden SBY itu sangat binal dan genit dan nakal “ godaku dengan tersenyum

“Andai aku kenal kamu sejak dulu, aku pasti akan mengajakmu kawin “ ujar Ratu Atut Chosiyah dengan memberikan ciuman bibir sangat mesra
“Lha aku sendiri sejak dulu juga naksir Mbak Atut lho.. pernah deh aku masturbasi bayangin Mbak Atut kataku polos
“Hah... Masak ?” tanya Ratu Atut Chosiyah dengan terkejut
“Habis dulu khan semasa jadi artis penyanyi dangdut lagu Terjanan kan Mbak Atut suka berbikini, buka baju sembarangan.“
“Ih .. itu dulu … “tukasnya dengan menjawil hidungku
“Sekarang ? wanita terhormat gitu di mata media, tapi di mataku Mbak Ratu Atut Chosiyah memang seorang wanita yang binal dan nakal serta genit “
“So pasti donk … jadikan aku piaraanmu“ sahut Ratu Atut Chosiyah dengan kembali melumat bibirku. “Aku piaraanmu Mbak Atut, kau seorang tante girang yang suka brondong sepertiku “ lurusku disambut cubitan Ratu Atut Chosiyah di pipiku, namun setelah mencubitku lalu menciumi pipiku dengan lembut “sorry ya .. sakit kali .. Hmmm .. aku hanya menjadi tante girang untukmu sayang “ ujar Ratu Atut Chosiyah menaikan kedua kakinya dan menjepitku ketat “Penisku dah mulai ngajak main nih “ kataku nakal
“Lha ayo .. tindih Mbak Atut ya .. goyang deh .. sodokan Mbak Atut dengan mantap “ ajak Ratu Atut Chosiyah merenggangkan kakinya dan aku langsung menaikan pantatku lalu menghujamkan kebawah.

Ketika penisku melesak masuk lebih dalam itu aku merasa sangat mudah sekali menyodoki vagina Ratu Atut Chosiyah karena lendir sperma dan cairan orgasme Ratu Atut Chosiyah belum mengering, penisku serasa diolesi olie.
“Tempek Mbak Atut kok enak banget .. “ pujiku dengan naik turun lebih mantap “Kontolmu juga enak banget, besar dan panjang … Mbak Atut tuh suka kontol besar dan panjang. Hanya kau satu satunya yang bisa memuaskan Mbak Atut … lainnya gombal“ Apalagi kepunyaan Hikmat Tomet suami Mbak yang suka selingkkuh itu aduh payah deh, kecil seperti pisang Mas.

“Ntar nanti kalo dapat brondong yang lebih hebat pasti akan mencampakkan aku “ ujarku dengan berhenti menyodokinya “Kok berhenti .. nggak .. janji deh .. palingan kalo aku mencampakan dirimu kau bisa membalas merusak kehormatanku dengan foto foto telanjangku, asal jangan kau taruh internet, Mbak Ratu Atut Chosiyah janji kamu satu satunya yang bisa memenuhi kebutuhan seksku, ayo genjot ! “ kata kata Ratu Atut Chosiyah yang kemudian mengajaku mulai menggenjot lagi.

Aku tertawa keras dan kemudian menyodoki Ratu Atut Chosiyah kembali yang mulai keenakan disetubuhi dan kembali mendesah dengan nikmat
“Aaaaaach ..aaaaaaaaaah … “ desah Ratu Atut Chosiyah dengan menggelinjang ke sana kemari, karena selain menyodoki vagina Ratu Atut Chosiyah aku juga meremas remas buah dadanya sepuasku tanpa berhenti sehingga membuat Ratu Atut Chosiyah sampai kepayahan.
“Terus … Hhhhhssssssssssss… enaknya kontolmu .. KOOOOOOONTOOOOOL “ jerit Ratu Atut Chosiyah dengan keras sekali membuatku semakin suka dengan GUbernur Banten binal dan tukang bicara jorok jika digumuli.

Kupompa tubuh seksi Ratu Atut Chosiyah ini dengan mantap, penisku keluar masuk menghujam meluluhlantakan vagina Ratu Atut Chosiyah yang kini kembali keringatnya membasah dengan deras, bahkan mulai kepayahan mengimbangi gerakanku, pantat Ratu Atut Chosiyah juga bergerak berlawanan dengan pantatku. Penisku belum merasa dijepit lebih erat walaupun Ratu Atut Chosiyah sampai kepayahan, ini kelebihan seorang lonte bernama Ratu Atut Chosiyah , awalnya wanita yang terhormat, seorang politisi dan kini menjadi kebuasanku untuk kugumuli, kunimati setiap mili tubuhnya dan Ratu Atut Chosiyah justru malah menyukai.

“Ayoo . genjot terus, sayang “ ajak Ratu Atut Chosiyah memegang tanganku untuk membantu lebih meremas remas buah dadanya yang Sangat besar namun sangat kenyal sekali. Usianya yang sudah 47 tahun namun tampak sangat terjaga, kemulusan dan keseksiannya serta kecantikannya yang tertutup rapat dengan baju sok alim, ternyata menyimpan nafsu sangat tinggi.

Kugenjot lebih cepat dan membuat Ratu Atut Chosiyah sampai menggelinjang semakin nakal dan genit, terkadang tertawa senang, kemudian diam dan mendesah “Oh .. yes … uuuuuuuuuuh “ desah Ratu Atut Chosiyah dengan gemas kemudian memegang pantatku dan membantu pantatku semakin menghujam ke dalam, jepitan penisku di vagina serasa mulai menjepit keras.
“Aku nggak tahan .. mau muncrat “ erang Ratu Atut Chosiyah dengan memegang kepalaku karena aku melumat bibirnya sangat rakus, wajah Ratu Atut Chosiyah menyiratkan kelelahan.

Kupacu tubuh Ratu Atut Chosiyah yang sudah mulai menampakan tanda tanda mau orgasme. Aku suka desahan dan rintihan Ratu Atut Chosiyah yang dipadukan dengan kata kata jorok dan nakal disertai sikap dan wajah sangat genit sekali. Kupacu dengan cepat dan membuat Ratu Atut Chosiyah menjerit
“Aaaah ..aaah ..aaah … “ jerit Ratu Atut Chosiyah di kursi panjang di Pendopo Gubernur Banten dikota Serang itu pada saat suaminya sedang di Senayan DPR RI.

Ah, itu dalam posisi kutindih, dan akhirnya pendakian Ratu Atut Chosiyah mencapai puncaknya dengan menyemburkan cairan orgasmenya membasahi penisku, tubuhnya berkelonjotan bak disetrum listrik, menegang dengan kaku sebentar kemudian lemas tanpa daya dengan nafas ngos ngosan. Kudiamkan tubuh berkeringat itu dan Ratu Atut Chosiyah diam memelukku, kupeluk dengan rasa sayang “Kau hebat, Mbak Atut.. gundikku, peliharaanku.. “ kataku nakal dengan menggigit telinganya ringan.
“Wuih … gundikmu sudah orgasme . kamu belum .. hebat deh .. puas banget aku “ puji Ratu Atut Chosiyah dengan gemas “Iya “ “Aku capek, tapi kamu masih kuat .. kapan deh mau keluar ?” tanya Ratu Atut Chosiyah dengan mengelu elus pantatku dan terasa geli bagiku “Tenang saja .. santai ..pulihkan dulu Mbak Atut, gundikku sayang“ “Terim kasih,sayang “ ucap Ratu Atut Chosiyah pelan Kucabut penisku.

Lalu kemudian kuangkat tubuh Ratu Atut Chosiyah dan kubalik perlahan badan lelahnya lalu aku pepetkan pada bagian belakangnya dan kunaikan kaki kanan Ratu Atut Chosiyah dan menjejak sofa, lalu aku memasukan penisku ke dalam vaginanya dari belakang,

Lalu kaki kanan Ratu Atut Chosiyah yang montok bogel berkulit kuning ituyang menjejak itu aku angkat sehingga memudahkan aku kembali menyodoki bagian belakang Ratu Atut Chosiyah .
“Addddddddddduuuuuuuuh .. sakit tahu “ deliknya genit dengan mengerling nakal. Penisku mulai maju mundur dan membuat Ratu Atut Chosiyah sampai tertahan dengan berpegangan pada sofa, tanganku maju ke depan dan meremas buah dada Ratu Atut Chosiyah yang besar dan ranum itu.

“aaaaaaauuuuh … uuuuuuuuuuuuh .. tanganmu benar benar nakal, meremasi buah dadaku terus, aku nggak tahan deh “ jerit Ratu Atut Chosiyah yang semakin kewalahan. “Keluarin di mana Mbak Ratu Atut Chosiyah .. lonteku yang cantik ‘ “Di dalam .. di dalam .. semprot di dalam “ jerit Ratu Atut Chosiyah dengan gemas dan menggigir bibirnya, matanya memandang ke arah bawah di mana penisku menghujam keluar masuk dengan posisi seperti itu.
Kepala Ratu Atut Chosiyah lalu digeleng gelengkan pertanda merasa sodokanku makin mantap, rambutnya yang sebahu itu sudah acak acakan, belum lagi vaginanya semakin memerah karena kusodoki.

Kupacu dengan nafsu menggelegak wanita in karena aku merasakan hendak orgasme namun kutahan tahan. Bunyi keciplak alat kelamin kami menambah semakin serunya percintaan kami, tubuhku mulai menampakan keletihan menyodoki vagina Ratu Atut Chosiyah . “Kau mau muncak ?” kerling Ratu Atut Chosiyah dengan nakal dan tertawa "Iya .. ntar lagi “ sahutku nakal memegang bagian atas selakangannya mengelus elus. Ratu Atut Chosiyah semakin suka dengan caraku bercinta. Ratu Atut Chosiyah kembali melakukan gerakan berlawanan denganku sehingga penisku semakin erat dijepit, kaki Ratu Atut Chosiyah yang terangkat diturunkan sehingga membuat penisku semakin erat dijepit.

Kusodokan dengan keras pantatku dan aku merasakan akan orgasme, kupacu dengan lebih cepat dan vagina Ratu Atut Chosiyah tiba tiba kembali memancarkan cairan orgasmenya, Kupercepat sodokanku dan membuat Marissa Haque sampai menggerinjal.

“Enaknya tempekmu Mbak Atut “ pujiku ditengah geloran dan nafas birahu bersama Ratu Atut Chosiyah . Pantas saja Presiden SBY menyayangimu Mbak Atut. Kusemprotkan air maniku kembali, menembak ke rahim politisi binal ini.
“Creeeeeeeeeeeeet ..creeeeeeeeeeeeet .. creeeeeeeeeeeeet “
Tubuhku serasa tegang lalu lemas dengan menindih Ratu Atut Chosiyah di sandaran sofa Pendopo Gubernur Banten itu, spermaku sampai berceceran di lantai dan disambut senyuman rasa sayang Ratu Atut Chosiyah . Aku merasa sangat enteng dan merasa terbang ke langit tujuh, kupeluk dan kupegang buah dadanya ketika kami diam cukup lama, dan tiba-tiba teringat Hikmat Tomet sebentar lagi pulang dari DPR RI di Senayan. Segera aku pamit setelah menerima dana cah sebesar rp 5 juta sebagai gigolo pemuas dahaga sex dari GUbenrnur Bante terpilih Ratu Atut Chosiyah.
Diposkan oleh cerser di pamulang14:18

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar